Jumat, 07 Maret 2014

Sistem Administrasi Pelayanan PBB-P2 dan Keuangan Desa


Aplikasi Kasir PBB-P2 Tingkat Desa

Seiring dengan perkembangan Desa dituntut untuk dapat melaksanakan tugas-tugas dari pemerintahan diatasnya. untuk itu sudah barang tentu desa harus meningkatkan kemandirian serta SDM perangkatnya. sehingga kedepan tidak akan direpotkan oleh tugas dan pekerjaaannya. salah satu contoh aja urusan perpajakan yang kini ditangani oleh Pemerintah kabupaten, dengan adanya sistem yang pelayanan pajak secara tertib hal ini menjadi tugas yang sangat berat untuk dilaksanakan jika tidak dilengkapi dengan sistem yang baik untuk mendudkung pelaksanaan didesa. Hal ini menjadi pemikiran bagi saya selaku petugas Koordinator didesa untuk dapat menciptakan sistem pendukung pelayanan pajak didesa yang lebih baik cepat, tepat dan akurat serta tidak melelahkan bagi petugas koordinator didesa dalam hal ini Kaur Keuangan. Dengan adanya pemikiran tersebut maka kami pada tahun 2013 merancang suatu sistem Administrasi pelayanan pembayaran PBB-P2 didesa dengan membuat sebuah program Kasir pembayaran yang cukup mudah untuk di operasikan dan tidak melelahkan. serta mampu memenuhi permintaan data pembayaran yang dalam hal ini dikabupaten Temanggung dilaksanakan oleh Bank BPD Jateng.

Sistem Administrasi Keuangan Desa

Selain Itu dalam hal Perancangan, pelaksanaan dan pertanggung jawaban APBDES kami juga telah membuat sistem Administrasi Keuangan Desa yang pada tahun 2013 sampai sekarang telah kami ujicoba dengan baik sehingga sanggat membantu dalam proses penyusunan Anggaran, Pelaksanaan Transaksi Harian Pelaporan dan Pembuatan Perdes yang semua dapat dikerjakan secara otomatis yang terdiri dari LRA, LAK, Nera ca, Buku C1 s/d C7 RPD ADD Rincian Penggunaan ADD dan semua pos penerimaan, Pencatatan Sumber Pendapatan Asli Desa (Tanah Desa) dan Lain-lain. (Masih Update menyesuaikan dengan permintaan dari Pemerintah Kabupaten). Untuk diketahui program ini saya buat cukup simple mudah dioperasikan bagi semua perangkat desa karena sangaja saya buat untuk SDM yang rata rata berpendidikan SLTA dan belajar Komputer secara otodidak. Dengan adanya penerapan sistem Administrasi tersebut, saat ini insya Allah bagi kami tidak ada lagi kata-kata "Baru Buat Laporan!' atau “Mau Buat Laporan”! Jika waktunya Laporan disetorkan. karena saat ini semua telah berjalan secara otomatis. dan setiap kita membutuhkan laporan dalam Hal ini baik perpajakan ataupun Keuangan setiap saat kita tinggal mencetak saja. Mudah mudahan apa yang kami buat dapat bermanfaat bagi semua untuk mempercepat semua pekerjaan. dan Menghadapi pelaksanaan undang-undang Desa Tahun 2015 yang akan datang. Bagi Rekan perangkat Desa yang tidak ingin dipusingkan lagi dengan laporan sekiranya berkeinginan dapat mencoba program yang saya buat dengan menghubungi saya. Terimakasih ( email: soyomakmur@gmail.com/ Hp: 08532811377)

Kamis, 20 Desember 2012

MERAUP UNTUNG MENANAM JAGUNG MANIS

-->

 

A. Latar Belakang

Jagung merupakan komoditas pangan strategis setelah padi. Selain berperan penting sebagai bahan pangan, jagung juga dibutuhkan sebagai bahan baku industri olahan maupun pakan ternak. Kebutuhan jagung nasional maupun internasional ke depan semakin meningkat sejalan dengan peningkatan kebutuhan baik untuk pangan, bahan baku industri, pakan ternak dan lain-lain. Pada tahun 2000 produksi jagung dalam negeri mencapai 9,676 juta ton, sedangkan kebutuhan jagung pada tahun yang sama mencapai 10,913 juta ton, sehingga import diperlukan sebesar 1,237 juta ton . Import jagung diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2010 yang mencapai 2,2 juta ton (Kasryno, 2002). Untuk mengimbangi import yang semakin tinggi maka peningkatan produksi jagung dalam negeri perlu mendapat perhatian yang serius.  Dan salah satu upaya yang sedang dilakukan untuk menigkatkan produksi tersebut adalah dengan penerapan teknologi usahatani yang terangkum melalui pendekatan pengelolaan terpadu (PTT).
Secara umum jagung yang banyak diusahakan oleh petani adalah jagung hibrida, komposit, dan jagung lokal. Tetapi berbeda dengan jagung yang diusahakan oleh petani di Desa Pandemulyo Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung mereka lebih memilih jagung manis. Alasan pemilihan jagung manis ini adalah selain lingkungan yang sangat mendukung ternyata komoditas jagung manis ini juga mempunyai prospek yang sangat baik, pasarnya cukup menjajnjikan selain itu pemeliharaan yang mudan dan umur tanaman lebih pendek (kurang 75 HST).
Dilihat dari data potensi desa diketahui bahwa luasan usaha jagung manis di Desa Pandemulyo mencapai 139 hektar (30%) dari luas desa yaitu 471 ha, luasan tersebut terdiri dari sawah irigasi sederhana dan irigasi setengah teknis, namun demikian dari luasan tersebut ternyata usahatani jagung belum diusahakan secara intensif hanya sebagai sisipan menunggu musim tanam tembakau ataupun sebagai tanaman tumpangsari sayuran.
Permasalahan yang ditemui melalui hasil survey FSA / PRA ternyata faktor pemasaran menjadi masalah utama sehingga petani menjadikan jagung manis sebagai usaha sambilan/sisipan. Selain itu dilihat dari sisi budidaya ternyata penggunaan sarana produksi seperti pupuk dan pestisida sangat berlebihan akibatnya input usahatani yang dikeluarkan menjadi lebih besar. Berdasar hal tersebut maka kami UP-FMA Desa Pandemulyo melalui program P3TIP mengajukan permohonan bimbingan atau pendampingan dari BPTP Jawa Tengah dan Penyuluh pendamping untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Harapannya komoditas jagung manis menjadi komoditas utama bagi masyarakat Desa Pandemulyo dengan pasar yang selalu tersedia dan harganya tinggi serta adanya perbaikan teknologi dalam budidaya jagung manis tersebut.

B. Maksud dan Tujuan       
 1.    Membuat satu percontohan budidaya jagung dengan perbaikan teknologi.
2.    Menambah pengetahuan tentang agribisnis budidaya jagung manis secara utuh mulai dari pesiapan lahan sampai dengan pemasaran.
3.    Menumbuh Kembangkan wadah pembelajaran bagi pelaku utama dan organisasi Kelompok Tani untuk menghasilkan pelaku usaha sebagai entreprenaure yang mandiri dibidang agribisnis budidaya jagung manis yang menerapkan prinsip-prinsip Agribisnis (orientasi pasar, menguntungkan, memiliki kepercayaan jangka panjang, kemandirian dan daya saing usaha, serta komitmen terhadap kontrak usaha) dalam pelaksaanaan usaha agribisnis budidaya jagung manis.
4.    Menyebarluaskan inovasi teknologi budidaya jagung manis baik didesa Pandemulyo itu sendiri maupun di luar desa.
PROSEDUR KEGIATAN

A.    Waktu dan tempat pelaksanaan
Demplot budidaya jagung manis telah dilaksanakan mulai Juni sampai dengan September 2010 di Desa Pandemulyo Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung.
B.     Rancangan Kegiatan
-          Luas Demplot Jagung manis adalah 0,3 ha
-          Komoditas : Jagung manis varietas Sweet Boy
-          Data yang diamati berupa persentase daya tumbuh, tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, ubinan, dan total produksi.
-          Data yang diperoleh dari pengamatan lapangan ditabulasi, kemudian dirata-ratakan.
-          Analisis usahatani dibuat untuk mengetahui tingkat keuntungan.
C.    Komponen Teknologi
a.   Varietas Unggul
Varietas jagung yang ditanam adalah jenis hibrida varietas Sweet boy. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan varietas adalah potensi hasil, ketahanan terhadap hama penyakit, dan kesesuaian dengan lingkungan.
b.   Benih bermutu
Penggunaan benih bermutu dari varietas unggul yang sesuai dengan kondisi setempat merupakan langkah awal menuju keberhasilan usahatani jagung. Penggunaan benih bersertifikat dengan daya tumbuh/vigor tinggi sangat di sarankan. Dalam budidaya jagung tidak dianjurkan melakukan penyulaman tanaman yang tidak tumbuh. Pertumbuhan tanaman sulaman biasanya tidak optimal karena persaingan tumbuh antar tanaman dan tongkol tidak dipenuhi oleh biji akibat penyerbukan yang tidak sempurna. Selain benih bemutu hal lain yang perlu dilakukan sebelum adalah perlakuan benih dengan fungisida yang berbahan aktif metalaksil dengan takaran 2 gr untuk setiap kilogram benih. Hal ini bertujuan untuk mencegah perkembangan bulai yang merupakan penyakit utama tanaman jagung. Penggunaan benih bermutu akan menghemat jumlah pemakaian benih dan populasi tanaman yang dianjurkan sekitar 66.600 tanaman/ha atau tidak lebih dari 70.000 tanaman/ha.
c.   Pengolahan Tanah
Pada tanah berat dengan struktur mampat pengolahan tanah dilakukan 2 kali, sedang untuk tanah ringan (porous) seperti tanah Alfisol, Regosol, Etisol, dan Oxixol, dapat dilakukan pengolahan tanah minimum, yaitu pengolahan tanah sepanjang baris tanaman atau tanpa pengolahan tanah dan hanya dilakukan pendangiran pada saat tanaman berumur sekitar 25 hari. Melihat kondisi lokasi demplot termasuk dalam tanah berat sehingga perlu pengolahan tanah sempurna dengan 2 kali pengolahan tanah.
d.  Persemaian benih
Untuk menjamin daya tumbuh maka sebelum ditanam benih disemai terlebih dahulu kedalam koker atau polibek kecil. Keunggulan metode ini adalah  daya tumbuh bisa lebih terjamin dan bisa menyediakan bibit untuk penyulaman.
e.   Cara Tanam
Cara tanam diusahakan dengan jarak yang teratur, baik dengan ditugal maupun mengikuti alur bajak. Populasi tanaman optimal berkisar antara 62.500 - 70.000 tanaman/ha, dengan jarak tanam 75 cm x 40 cm, 2 tanaman /lubang atau 75 cm x 20 cm,1 tanaman/lubang. Untuk varietas lokal pada musim penghujan jarak tanam 75 cm x 30 cm,2 tanaman/lubang. Untuk jagung hibrida, jarak tanam 75 cm x 20 cm, 1 tanaman/lubang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil produksi yang lebih baik. Penanaman dapat juga dilakukan dengan sistem dua baris (double row), yaitu jarak tanam (90 cm x 50 cm) x 20 cm dengan 1 tanaman/lubang. Dan untuk demplot yang akan diusahakan menggunakan jarak tanam 90 cm x 50 cm) x 20 cm dengan 1 tanaman/lubang atau jajar legowo.
f.    Pemupukan
Cara pemupukan yaitu ditugal ± 7 cm disekitar tanaman atau goretan (parit) yang dibuat disamping tanaman sepanjang barisan, setelah pupuk diberikan kemudian ditutup. Untuk pupuk phonska diberikan saat umur tananaman 7 – 10 hari ditambah dengan  1/3 dosis urea. 1/3 bagian urea lainnya diberikan pada umur 21 - 25 hari setelah tanam atau sesuai Bagan Warna Daun (BWD). Dan sisanya 1/3 bagian lagi diberikan menjelang keluar bunga atau umur 35 – 42 hari (sesuai BWD). Dosis pupuk yang dianjurkan adalah 350 kg urea/ha dan 400 kg urea/ha. Pupuk kandang 5 ton/ha dan pemberian kapur pertanian (dolomite) 400 kg/ha sangat dianjurkan.
g.   Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan dilakukan 2 kali, penyiangan I pada umur 10-15 hari dan penyiangan ke II pada umur 25-28 hari bersamaan dengan dilakukannya pembumbunan dan pemupukan ke II. Pada daerah yang sulit tenaga kerja, gulma dapat dikendalikan dengan penyemprotan herbisida pra tumbuh seperti: Goal, Saturn-D, Gramaxone, Command, Ronstar dll. Dengan dosis sesuai anjuran.
h.   Pengendalian Hama dan Penyakit
Dilakukan dengan menerapkan kaidah pengendalian hama terpadu (PHT) dimana  penggunaan pestisida merupakan alternative terakhir jika cara lain seperti teknis, mekanis, biologi sudah tidak bisa lagi dilakukan. Beberapa hama yang umum menyerang  jagung adalah lalat bibit, dan ulat penggerek batang dan tongkol. Pestisida yang dapat mengendalikan hama tersebut adalah yang mengandung bahan aktif Karbofuran (misal : Furadan, Dharmafur, Regent dll). Cara pengendalian lalat bibit dengan pemberian 4-5 butir regent/puradan ditempatkan pada titik tumbuh. Sedangkan penyakit yang umum menyerang adalahh bulai Pengendalian penyakit ini dengan menggunakan varietas tahan dan perlakuan benih 5 gram Ridomil setiap 1 kg benih. Sedangkan jika dijumpai saat tanaman sudah tumbuh dilakukan eradikasi tanaman dan dijauhkan dari areal pertanaman jagung atau dibakar.
i.     Panen
Panen dilakukan setelah tanaman berumur 70 – 75 hari setelah tanam atau tergantung permintaan pasar.
  
PEMBIAYAAN
 Realisasi anggaran demplot jagung manis untuk luasan 3000 m2
No
Uraian
Jumlah
Harga satuan
(Rp)
Total
(Rp)
1.
Benih
2 Kg
140.000
280.000
2.
Pupuk urea
120 Kg
1.600
192.000
3.
Pupuk phonska
120 Kg
2.600
312.000
4.
Plastik polibag/koker
10 pack
4.000
40.000
5.
Pupuk Kandang
1500 kg
400
600.000
6.
Vetanik
0,5 liter
40.000
20.000
7.
Puradan/regent
6 kg
12.000
72.000
8.
Amistortop
2 btl
110.000
220.000
9.
Tenaga kerja

2.000.000
2.000.000
Jumlah
3.736.000
Demikian Laporan Kegiatan Demplot Budidaya Jagung Manis ini kami buat. Semoga bermanfaat khususnya untuk petani di Desa Pandemulyo. Atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terima kasih

Sabtu, 16 Juni 2012

PROFIL DESA PANDEMULYO KECAMATAN BULU KABUPATEN TEMANGGUNG

Wilayah Kecamatan Bulu yang merupakan salah satu dari 20 kecamatan di kabupaten Temanggung berbatasan dengan : wilayah Barat dengan Kecamatan Parakan dan Kledung, Wilayah Utara dengan Kecamatan Kedu, Sebelah Timur Kecamatan Temanggung dan Tlogomulyo dan Sebelah Selatan dengan Kecamatan Tlogomulyo. Yang  terletak pada Ketinggian tanah rata-rata 772 m dpl dengan suhu antara 29 oC dan 18 oC. Dengan rata-rata jumlah hari hujan 64 hari dan banyaknya curah hujan 22 mm/th. Kecamatan Bulu luas wilayah 4304 ha, dengan jumlah penduduk 44.021 orang dan mempunyai 19 desa.
Salah satu dari 19 desa/kelurahan di kecamatan Bulu adalah Desa Pandemulyo yang terletak di ketinggian 800 m dari permukaan laut dan berjarak 4 km dari ibu kota kecamatan Bulu dan 2,71 km dari ibu kota Kabupaten. Dengan luas 322,67 ha yang terbagi dalam lahan sawah 140,85 ha dan lahan bukan sawah 181,83 ha. Dari Lahan sawah bukan sawah dipergunakan untuk Bangunaan/pekarangan, Ladang/tegal/huma dan Lahan lainnya.
Desa Pandemulyo terdapat  12 dusun yang terdiri dari  11 Rukun warga (RW) dan 23 Rukun tetangga (RT) dan terdapat 1.052 Rumah tangga. Jumlah penduduk 3127 jiwa terdiri dari 1.706 jiwa Laki-laki dan 1.660 jiwa Perempuan.
Penduduk usia 10 tahun keatas bermatapencaharian Petani tanaman pangan, Peternak, Pertambangan/pengalian, Bangunan, Pengangkutan & Komunikasi, dan lainnya.
Untuk sumber air minum berasal dari Mata  Air dan Sumur. Dan untuk penerangan 812  menggunakan PLN dan - rumah tangga menggunakan penerangan lain non PLN.
Dalam bidang pendidikan banyaknya penduduk di atas 5 tahun yang Tamat PT/Universitas 3 orang, Tamat Akademi - orang, Tamat SLTA/sederajat 7 orang, tamat SLTP/ sederajat 10 orang, Tamat SD/sederajat 19 orang, Tidak tamat SD - orang, Belum tamat SD 214 orang dan Belum/ tidak sekolah - orang. Untuk sarana pendidikan terdapat 2 unit TK, 1 unit SD, 1 unit MI, - unit SMP/Mts dan - unit SMU.
Bidang Kesehatan terdapat Prasarana kesehatan - unit Puskesmas, 1 Puskesmas pembantu, 11 unit Posyandu, Bidan/Perawat, Dukun Bayi, Dukun Pijat dan - unit Polides.
Tanaman pangan yang dikembangkan di desa ini adalah Padi, Jagung, Ketela Pohon, dan Ketela Rambat. Tanaman sayuran yang dikembangkan berupa Cabe dan Kubis. Buah-buahan yang dikembangkan adalah Jeruk. Sedangkan tanaman perkebunan yang dikembangkan berupa Tembakau.
Ternak yang dikembangkan di desa tersebut berupa Sapi, Kambing/domba, Ayam buras, Ayam Ras dan Itik.